Tata Cara Menyolatkan Jenazah yang Baik dan benar

Menshalatkan Jenazah
Shalat jenazah merupakan salah satu praktek ibadah shalat yang dilakukan umat Muslim kecuali ada Muslim lainnya yang meninggal dunia. Hukum melakukan shalat jenazah ini adalah fardhu kifayah. Artinya misalnya lebih {dari satu} kaum muslimin udah melakukan pengurusan jenazah orang muslim yang meninggal dunia, maka tidak ada lagi kewajiban kaum muslim yang lainnya untuk melakukan pengurusan jenazah tersebut.
Dalam mengerjakan shalat jenazah, yang paling utama ialah dilakukan secara berjemaah dan mesti dijadikan tiga saf (barisan) minimal setiap satu saf dua orang. Bagi orang perempuan diperbolehkan mengikuti berjemaah berbarengan dengan orang lelaki atau boleh mendirikan shalat ke atas jenazah setalah dishalatkan oleh orang lelaki.
a. Syarat-syarat shalat jenazah adalah sebagai berikut:
1. Shalat jenazah sama halnya dengan shalat yang lain, yakni mesti menutup aurat, suci berasal dari hadats besar dan kecil, suci badan, baju dan tempatnya dan juga menghadap kiblat.
2. Shalat jenazah baru dilakukan misalnya jenazah udah selesai dimandikan dan dikafani.
3. Jenazah di tempatkan disebelah kiblat orang yang menshalatkan., kecuali kecuali melakukan shalat gaib.
b. Rukun Shalat Jenazah
1. Niat
2. Berdiri bagi yang mampu
3. Takbir empat kali
4. Mengucap salam
c. Cara lakukan Shalat Jenazah
1. Imam berdiri di depan setentang kepala mayat, misalnya mayat laki-laki. Jika mayat perempuan, imam berdiri setentang pinggangnya.
2. Makmum berdiri di belakang imam bersaf-saf. Jama’ahnya lebih banyak lebih utama. Jika jama’ahnya sedikit, usahakan menjadi tiga saf. Karena Rasulullah Saw. udah bersabda, yang bermakna : “Apabila seorang mukmin mati dan dishalatkan oleh sekelompok kaum muslimin sampai tiga saf, maka dosa-dosa si mayat diampuni”. (HR. Lima pakar hadis, kecuali Nasai)
3. Setelah saf teratur, niatlah shalat jenazah disertai takbiratul ihram yang pertama dengan membaca Allahu Akbar. Kemudian membaca ta’awudz dan membaca surah Al-Fatihah
4. Selesai membaca surah Al-Fatihah, bertakbir seraya mengangkat tangan (takbir kedua). Kemudian membaca shalawat, minimal :
“Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad”.
Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Nabi Muhammad beserta keluarganya”.
Bacaan shalawat yang lebih prima :
“Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiima wa ‘alaa aali Ibraahiim, wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa baarakta ‘alaa Ibraahiima wa ‘alaa aali Ibraahiim, fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid”.
Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Nabi Muhammad beserta keluarganya, sebagaimana Engkau udah melimpahkan rahmat atas Nabi Ibrahim dan keluarganya. Limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad beserta keluarganya, sebagaimana Engkau limpahkan berkah atas Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di semua alam semesta, Engkaulah yang Maha Terpuji lagi Maha Mulia”.
5. Takbir yang ketiga sambil mengangkat tangan, lantas membaca doa untuk mayat.
a. Doa untuk mayat laki-laki
“Allaahummaghfir lahuu warhamhu wa ‘aafihii wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahuu wawassi’ madkhalahu waghsilhu bil maa-i watstsalji walbaradi wa naqqihii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi wa abdilhu daaran khairam min daarihii wa ahlan khairam min ahlihii wa zaujan khairam min zaujihii wa qihii fitnatal qabri wa ‘adzaabannaar”.
Artinya : “Ya Allah, ampuni dan kasihanilah dia, sejahterakanlah dia, maafkanlah kesalahannya, muliakanlah area kembalinya, lapangkanlah area masuk (kubur)nya dan cucilah dia dengan air nersih, es dan embun dan juga bersihkanlah dia (dari dosa) sebagaimana kain putih yang dibersihkan berasal dari kotoran. Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada rumahnya yang dahulu, keluarga yang lebih baik daripada keluarganya yang dahulu, demikian terhitung pasangan yang lebih baik daripada pasangannya yang dahulu, peliharalah dia berasal dari siksa kubur dan azab api neraka”.
b. Doa untuk mayat perempuan
“Allaahummaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafihaa wa’fu ‘anhaa wa akrim nuzulahaa wawassi’ madkhalahaa waghsilhaa bil maa-i watstsalji walbaradi wa naqqihaa minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi wa abdilhaa daaran khairam min daarihaa wa ahlan khairam min ahlihaa wa zaujan khairam min zaujihaa wa qihaa fitnatal qabri wa ‘adzaabannaar”.
Artinya : “Ya Allah, ampuni dan kasihanilah dia, sejahterakanlah dia, maafkanlah kesalahannya, muliakanlah area kembalinya, lapangkanlah area masuk (kubur)nya dan cucilah dia dengan air nersih, es dan embun dan juga bersihkanlah dia (dari dosa) sebagaimana kain putih yang dibersihkan berasal dari kotoran. Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada rumahnya yang dahulu, keluarga yang lebih baik daripada keluarganya yang dahulu, demikian terhitung pasangan yang lebih baik daripada pasangannya yang dahulu, peliharalah dia berasal dari siksa kubur dan azab api neraka”.
6. Takbir yang keempat sambil mengangkat tangan dan berdoa :
a. Doa untuk mayat laki-laki :
“Allaahumma laa tahrimnaa ajrahuu wa laa taftinnaa ba’dahuu waghfir lanaa wa lahuu”.
Artinya : “Ya Allah, janganlah Engkau membatasi pahalanya yang bakal sampai kepada kami, janganlah Engkau memberi kita fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kita dan dia”.
Doa yang lebih lengkap :
“Allaahumma laa tahrimnaa ajrahuu wa laa taftinnaa ba’dahuu waghfir lanaa wa lahuu wa li-ikhwaaninal ladziina sabaquunaa bil limaani wa laa taj’al fii quluubinaa ghillal lilladziina aamanuu Rabbanaa innaka rauufur rahiim”.
Artinya : “Ya Allah, janganlah Engkau membatasi pahalanya yang bakal sampai kepada kami, janganlah Engkau memberi kita fitnah sepeninggalnya, ampunilah kita dan dia dan juga bagi saudara-saudara kita yang udah mendahului kita dengan iman, janganlah Engkau jadikan gelisah di dalam hati kita terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”.
b. Doa untuk mayat perempuan :
“Allaahumma laa tahrimnaa ajrahaa wa laa taftinnaa ba’dahaa waghfir lanaa wa lahaa”.
Artinya : “Ya Allah, janganlah Engkau membatasi pahalanya yang bakal sampai kepada kami, janganlah Engkau memberi kita fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kita dan dia”.
Doa yang lebih lengkap :
“Allaahumma laa tahrimnaa ajrahaa wa laa taftinnaa ba’dahaa waghfir lanaa wa lahaa wa li-ikhwaaninal ladziina sabaquunaa bil limaani wa laa taj’al fii quluubinaa ghillal lilladziina aamanuu Rabbanaa innaka rauufur rahiim”.
Artinya : “Ya Allah, janganlah Engkau membatasi pahalanya yang bakal sampai kepada kami, janganlah Engkau memberi kita fitnah sepeninggalnya, ampunilah kita dan dia dan juga bagi saudara-saudara kita yang udah mendahului kita dengan iman, janganlah Engkau jadikan gelisah di dalam hati kita terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”.
c. Doa untuk mayat anak laki-laki :
“Allaahummaj’alhu farathan li abawaihi wa salafan wa dzukhran wa ‘izhatan wa’tibaaran wa syafii’an wa tsaqqil bihii mawaaziinahumaa wafrighish shabra ‘alaa quluubihimaa walaa taftinhumaa ba’dahuu walaa tahrimnaa ajrahuu”.
Artinya : “Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan pendahuluan bagi ayah bundanya, sebagai titipan kebajikan yang didahulukan, dan menjadi pengajaran, ibarat dan juga syafaat bagi orang tuanya. Beratkanlah timbangan ibu bapaknya karenanya, berilah kesabaran di dalam hati mereka. Janganlah menjadikan fitnah bagi ayah bundanya sepeninggalnya dan janganlah Engkau membatasi pahalanya kepada kami.
d. Doa untuk mayat anak perempuan :
“Allaahummaj’alhaa farathan li abawaihaa wa salafan wa dzukhran wa ‘izhatan wa’tibaaran wa syafii’an wa tsaqqil bihaa mawaaziinahumaa wafrighish shabra ‘alaa quluubihimaa walaa taftinhumaa ba’dahaa walaa tahrimnaa ajrahaa”.
Artinya : “Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan pendahuluan bagi ayah bundanya, sebagai titipan kebajikan yang didahulukan, dan menjadi pengajaran, ibarat dan juga syafaat bagi orang tuanya. Beratkanlah timbangan ibu bapaknya karenanya, berilah kesabaran di dalam hati mereka. Janganlah menjadikan fitnah bagi ayah bundanya sepeninggalnya dan janganlah Engkau membatasi pahalanya kepada kami.
7. Kemudian ucapkanlah salam sambil memalingkan muka ke kanan dan ke kiri.
Keterangan :
Bacaan shalat jenazah semuanya dibaca secara sirr (rendah), tidak dikeraskan, kecuali takbir bagi imam. Sedang di dalam mendoakan mayat lebih berasal dari satu orang, doanya sama, cuma dhamir-dhamir-nya saja yang mesti diubah :
1. Untuk dua mayat, baik laki-laki maupun perempuan, menjadi “humaa”.
2. Untuk mayat laki-laki lebih berasal dari dua orang, menjadi “hum”.
3. Untuk mayat perempuan lebih berasal dari dua orang, menjadi ”hunna”.

Artikel Terkait:
Tata Cara Sholat Jenazah & Tata Cara Sholat Jenazah dan Bacaanya